SEHAT DENGAN OBAT HERBAL

PIO (PELAYANAN INFORMASI OBAT) DI RUMAH SAKIT


Tujuan
Menunjang ketersediaan dan penggunaan obat yang tepat bagi pasien, tenaga kesehatan dan pihak lain.
Menyediakan dan memberikan informasi obat kepada pasien, tenaga kesehatan, dan pihak lain.
Menyediakan informasi untuk membuat kebijakan terkait obat bagi PFT.
Kewajiban Siapa?
- Kewajiban Instalasi Farmasi Rumah Sakit yakni kewajiban memberikan penerangan tentang obat-obatan (PERMENKES 085/MENKES/PER/I/1989).
Apoteker harus memberikan informasi obat yang benar, jelas dan mudah dimengerti, akurat, tidak bias, etis, bijaksana, dan terkini.

Distribusi obat


SISTEM DISTRIBUSI OBAT UNTUK PENDERITA RAWAT INAP

I. LATAR BELAKANG
Penyampaian obat dari apoteker ke pasien adalah bagian terakhir distribusi obat. Di apotek, proses penyampaian ini dapat dilakukan langsung dari apoteker ke pasien. Namun, hal ini tidak dapat terjadi di rumah sakit terhadap pasien rawat inap karena jarak yang jauh antara penderita yang berada di ruangan dan apoteker yang ada di instalasi farmasi. Selain itu, masih ada perawat yang bertanggung jawab menerima dan melaksanakan konsumsi obat untuk pasien.

foot spray

laporan praktikum

FOOT SPRAY

A. DASAR TEORI
Kaki merupakan salah satu bagian tubuh yang sangat penting bagi manusia, khususnya kaum wanita. Maka kebersihan kaki perlu dijaga dengan baik, namun seringkali kebersihan dari kaki ini dilupakan sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap dan menjadi sumber kuman penyakit.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan berkembangnya kuman dan jasad renik pada kulit di antaranya adalah:

lulur pengantin

laporan praktikum

LULUR PENGANTIN

A. DASAR TEORI
Keberadaan kosmetika tradisional yang dibuat dengan cara tradisional dari bahan baku alami, tidak dapat dipungkiri telah diakui dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Tidak diketahui kapan persisnya kosmetika tradisional mulai digunakan di Indonesia. Namun, hal itu berhubungan dengan sejarah kebudayaan bangsa Indonesia yang dahulu berpusat di keraton yang juga menjadi pusat pemerintahan. Perawatan kecantikan tradisional yang menjadi budaya para istri dan puteri keraton merupakan contoh teladan bagi masyarakat sekitarnya. Salah satu kosmetika tradisional yang telah lama digunakan adalah lulur pengantin.

laporan sabun

laporan praktikum

SABUN

A. DASAR TEORI
Sabun adalah salah satu jenis deterjen yang bisa membersihkan kotoran berminyak dan menjadi bagian dari kelompok yang disebut surfaktan. Sabun yang dimaksud disini adalah produk campuran garam natrium dengan asam stearat, palmitat, dan oleat yang berisi sedikit komponen asam miristat dan laurat. Sabun merupakan kosmetik pembersih paling tua, sudah sejak berabad-abad yang silam.

pengabean city

pengabean adalah desa yang makmur

DATA NORMALISASI STRUK PEMBELIAN obat apoteker

HERI PURNOMO_2A_12040095








Sebelum saya menampilkan contoh normalisasi basis data dari kwitansi RS, ada baiknya kita review kembali mengenai teori dasar normalisasi berikut ini:
1. Normalisasi merupakan salah satu teknik perancangan basis data selain ERD (Entity Relationship Diagram)
2. Inti dari normalisasi itu sendiri yaitu untuk menghasilkan struktur tabel yang normal/baik.
3. Jadi normalisasi itu adalah sebuah cara untuk memisahkan / memecah tabel yang mengalami redudansi data ke  dalam tabel dua entitas / tabel atau lebih .
Tahapan-tahapan normalisasi:
1. Unnormalisasi
2. Normalisasi 1 (1 NF)
3. Normalisasi 2 (2 NF)
4. Normalisasi 3 (3 NF)
Berikut adalah dokumen dasar berupa kwitansi dari Rumah Sakit yang akan saya coba normalisasi:
kwitansi_rs
TAHAPAN NORMALISASI UNTUK KWITANSI RS:
1. UNNORMALISASI (TIDAK NORMALISASI/UNNORMALIZE)
unnormalisasi_rs
2. NORMALISASI PERTAMA (1 NF)
1nf_rs
3. NORMALISASI KEDUA (2NF)
2nf_rs
4. NORMALISASI KETIGA (3 NF)
3nf_rs
Nah..untuk kasus-kasus yang sederhana seperti contoh diatas, tahapan normalisasi rata-rata cuma sampai pada tahapan normalisasi ketiga, karena sudah menghasilkan tabel yang normal.
Untuk memastikan kebenaran isi tabel dan hubungan antar tabel, kita harus melakukan pengujiann data. Caranya lakukan saja relasi tabel dari tabel-tabel yang sudah berhasil kita pecah. Bila tidak ada hubungan antar tabel maka dapat dikatakan perancangan suatu basis data yang kita lakukan itu adalah ‘gagal’.
Atau untuk lebih meyakinkan kita, coba hasil dari perancangan tsb praktikan pada salahsatu DBMS, kemudian rencanakan kebutuhan informasi yang akan kita ambil dari database tersebut, field-field apa saja yang akan kita tampilkan, kemudian buatlah query untuk menampilkan field-field yang kita inginkan tersebut….Selamat mencoba :D
Akhir kata, semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk anda yang membacanya wabilkhusus bagi diri saya sendiri, mohon maaf bila ada penjelasan yang kurang dimengerti dan saya mengharapkan saran dan koreksi dari rekan-rekan semua para blogger maupun para pecinta IT karena semakin banyak saran dan koreksi maka semakin memperkaya pengetahuan kita tentang suatu ilmu…sampai ketemu lagi di tulisan-tulisan selanjutnya….Bye..Bye….

sumber : http://i-herbal.blogspot.com/